Alat Pemadam Kebakaran

apar-alat-pemadam-kebakaran

Definisi Alat Pemadam Kebakaran.

Alat pemadam kebakaran atau alat pemadam api adalah alat perlindungan kebakaran aktif yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil. Umumnya dalam situasi darurat.

Pemadam api tidak dirancang untuk digunakan pada kebakaran yang sudah tidak terkontrol. Umumnya alat pemadam api terdiri dari sebuah tabung bertekanan tinggi yang berisi bahan pemadam api. (sumber dari wikipedia).

Alat Pemadam Kebakaran – APAR.

APAR atau Alat pemadam api ringan adalah salah satu alat pemadam kebakaran. Yang saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk usaha anda. Karena dibutuhkan untuk memadamkan api dan mengurangi resiko api terlalu besar.

Begitu banyak yang menjadi korban dan berapa asset yang akan hilang dalam usaha anda jika terjadi kebakaran. Kini dengan hadirnya kami, yang juga melayani isi ulang atau refill APAR, anda bisa mengurangi resiko tersebut.

Amankan harta dan properti anda dari api. Selalu pastikan alat pemadam kebakaran di kantor, gedung, pabrik dan rumah anda berfungsi dengan baik. Sebagai informasi, untuk mengetahui tentang terjadinya api dan cara memadamkannya dapat anda pelajari pada Teori Segitiga Api.

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR merupakan alat pemadam kebakaran yang mudah untuk dibawa dan dapat dioperasikan oleh satu orang saja. Karena untuk ukurannya APAR memiliki berat dari 1-9 Kg. Khusus untuk Tabung Pemadam Api berisi Carbon Dioxide memiliki berat 2-7 Kg (Standar).

Dilengkapi Alat Pengukur Tekanan (Pressure Gauge) yang berfungsi untuk menunjukkan tekanan pada tabung. Hal tersebut dapat membantu memudahkan untuk mengontrol tabung pemadam.

Kami adalah Suplier APAR, isi ulang refill APAR dan Konsultan Pemadam Kebakaran yang berlokasi di Bekasi. Kami melayani jasa :

  1. Isi ulang APAR / refill APAR
  2. Service dan maintenance.
  3. Instalasi sistem pemadam kebaran.
  4. Training pemadam kebakaran, K3 Dasar-Dasar Perlindungan Kebakaran sampai Ahli K3 Pemadam Kebakaran.

Jika anda yang berlokasi di Jakarta, Bekasi, Depok, Cikarang, Karawang dan sekitarnya. Dan memerlukan pelayanan  pengisian APAR, informasi harga APAR dan harga alat pemadam kebakaran lainnya dapat menghubungi pada nomer telpon di bawah ini :

 KLIK DI SINI >>> VIA WA 0821-1106-7801

Media yang digunakan alat pemadam kebakaran :

1. AIR (biasa juga digunakan pada hydrant).

Yang paling umum digunakan sebagai media pada alat pemadam kebakaran adalah air karena ia merupakan zat pendingin yang efektif. Hydrant merupakan Alat Pemadam Api yang berfungsi sebagai sumber air untuk memadamkan api saat terjadinya kebakaran. Umumnya Hydrant terletak di area tertentu di trotoar. Hydrant memiliki bentuk standar dan memiliki tanda khusus.

Air sangat efektif digunakan pada kebakaran kelas A (bahan  padatan). Namun Air tidak boleh digunakan untuk kebakaran pada jenis kebakaran :

  • Kelas C – Kebakaran pada aparat listrik yang bertegangan.
  • Kelas B – Kebakaran bahan yang reaktif terhadap air (cairan mudah terbakar).
  • Kebakaran minyak dan lemak – Kelas F.
  • Kebakaran logam – Kelas D.

2. DRY POWDER (Bubuk Kering).

Dry Powder terdiri dari partikel halus berbagai bahan kimia yang dibuat untuk tujuan memadamkan api. ABC Dry Powder (Amonium Hydro Phospate) sangat ideal digunakan untuk memadamkan berbagai kasus kebakaran di lingkungan dengan berbagai resiko. Dengan kemampuan pemadaman kebakaran Kelas C. Dry Powder adalah yang paling efektif pada kebakaran yang melibatkan gas yang mudah meledak.

3. CO2 (Karbon Dioksida).

Karbon dioksida memadamkan api dengan memisahkan element oksigen pada api. Sekaligus melepaskan media yang sangat dingin untuk menekan panasnya api. Karbon dioksida cocok digunakan untuk kebakaran kelas B dan C. Kurang efektif untuk kebakaran kelas A.

4. FOAM (Busa).

Foam paling efektif pada kebakaran Kelas B (cairan yang mudah terbakar). Dan cukup efektif untuk kebakaran Kelas A (bahan padat). Foam tidak boleh digunakan untuk memadamkan api Kelas C (gas, kimia dan listrik). Karena mengandung kadar air yang bersifat menghantar listrik. Dapat untuk digunakan pada kebakaran Kelas D (logam).

5. HALON (Clean Agent).

Clean Agent atau Halogenated adalah pemadam yang terdiri dari media HALON yang cukup baru. Mengandung halocarbon yang tidak berbahaya bagi penipisan ozon. Media ini memadamkan api dengan menginterupsi reaksi kimia pada elemen-elemen api.  Beberapa alat pemadam clean agent berukuran besar umumnya dapat digunakan untuk kebakaran kelas A, B dan C.

Silahkan hubungi kami untuk masalah alat pemadam kebakaran (APAR) anda :

 KLIK DI SINI >>> VIA WA 0821-1106-7801

Persyaratan Teknis Alat Pemadam Kebakaran – APAR :

  • Tabung harus dalam keadaan baik (tidak berkarat).
  • Dilengkapi dengan etiket cara–cara penggunaan yang memuat urutan singkat dan jelas tentang cara penggunaannya.
  • Segel harus dalam keadaan baik.
  • Tidak ada kebocoran pada membran tabung gas tekanan tinggi (Cartridge).
  • Slang harus dalam keadaan baik, tidak boleh ada retakan dan tahan tekanan tinggi.
  • APAR jenis busa / foam, tabung dalamnya tidak bocor serta lubang pengeluaran tidak tersumbat.
  • Bahan baku pemadaman harus selalu dalam keadaan baik belum kadaluarsa. Silahkan anda baca Masa Kadaluarsa APAR.
  • Tutup tabung harus baik dan tertutup rapat.
  • Warna tabung harus mudah dilihat sesuai dengan jenis APAR.

Pemasangan dan penempatan Alat Pemadam Kebakaran – APAR :

  • Setiap APAR dipasang pada posisi yang mudah dilihat dan dijangkau dan tidak boleh terhalangi benda apa pun.
  • Pemasangan APAR harus sesuai dengan jenis benda / tempat yang dilindungi.
  • Setiap APAR harus dipasang menggantung dan terlindung.
  • Ketinggian pemasangan APAR dengan max. 1,2 meter
  • Ruangan pemasangan APAR tidak boleh mempunyai suhu lebih dari 49º C dan di bawah 4º C

Cara menggunakan Alat Pemadam Kebakaran – APAR  yang baik dan benar :

  1. Tabung pemadam api kita ambil pada tempatnya.
  2. Cabut pin pengaman yang terletak di atas valve alat pemadam.
  3. Pegang selang tabung APAR pada ujung selang pemadam tersebut.
  4. Tekan tuas alat pemadam api sampai full.
  5. Usahakan berdiri di jarak 3 meter dan perlahan lahan maju hingga api mulai padam.
  6. Arahkan APAR pada yang telah ditekan full ke titik api.

Setelah itu yang terpenting cukup kita lihat arah mata angin, apinya mengarah atau bertiup ke arah mana. (Kita Harus Berdiri Satu Arah Dengan Arah Angin).

Perhatikan Faktor Penting dalam Cara Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran – APAR saat Pemadaman Api :

  1. Check kondisi APAR sebelum digunakan. Buat checklist dengan parameter : isi, masa kadaluarsa APAR, dll.
  2. Arah angin.
  3. Jenis benda yang terbakar.
  4. Volume benda yang terbakar.
  5. Berapa lama telah terbakar.
  6. Situasi, kondisi dan lingkungan.

Kesalahan Cara Penggunaan APAR.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan-kesalahan cara penggunaan APAR yang sering dilakukan oleh para pengguna :

  1. Kesalahan pertama yang sering dilakukan dalam mengangkat tabung APAR adalah dengan menenteng. Dengan menenteng tabung APAR, anda yang hendak memadamkan api akan cepat merasa lelah apa lagi jika sumber api cukup jauh. Cara yang benar adalah dengan memanggul tabung APAR.
  2. Berikutnya kesalahan yang juga sering terjadi adalah saat mencoba melepas safety pin. Saat mencoba melepas safety pin, jika anda merasa safety pin sulit dilepas, berarti anda secara sengaja atau tidak juga menekan tuas pemicu. Cara yang benar adalah melepas safety pin tanpa memegang atau menekan tuas APAR.
  3. Hal lain yang juga sering tidak diperhatikan adalah cara memegang selang APAR. Banyak orang cenderung memegang selang di bagian tengah atau dekat tuas. Padahal kita tahu tekanan pada APAR ada sekitar 13 bar, yang mungkin akan menyebabkan selang tidak terarah dan upaya pemadaman api jadi tidak maksimal.
  4. Kebiasaan keliru yang juga sering dilakukan oleh pengguna APAR adalah mencoba menghemat media APAR. Hal ini salah, karena akan menyebabkan sumber api tidak segara padam. Maka dari itu tekan tuas APAR secara maksimal supaya api cepat padam.

Pemeriksaan kondisi APAR.

Lakukanlah pemeriksaan sesuai dengan schedule yang telah ditentukan. Anda dapat melakukannya harian atau mingguan. Jika hasil check kondisi APAR didapati :

  1. Masa berlaku media APAR yang sudah kadaluarsa.
  2. APAR dalam kondisi kosong karena sudah digunakan.
  3. Tidak ada tekanan dalam tabung APAR.

Maka bersegeralah untuk menghubungi tempat pengisian APAR yang anda ketahui.

Jika anda yang berlokasi di Jakarta, Bekasi, Depok, Cikarang, Karawang dan sekitarnya. Dan memerlukan pelayanan  pengisian APARdapat menghubungi pada nomer telpon di bawah ini :

KLIK DI SINI >>> VIA WA 0821-1106-7801

Masa Kadaluarsa APAR

Expired atau Masa kadaluarsa APAR / tabung pemadam kebakaran sangat penting untuk diketahui agar terhindar dari penggunaan yang malfungsi. Berikut ini beberapa informasi penting bagi anda. Sebagai pengetahuan dasar dalam memelihara dan merawat tabung pemadam kebakaran di lingkungan kerja atau rumah, anda dapat mempelajari materi alat pemadam kebakaran APAR ini sebagai referensi terlebih dahulu..

Pengetahuan tentang masa kadaluarsa APAR / expired tabung pemadam kebakaran merupakan suatu hal yang wajib dimiliki oleh setiap personel. Terutama yang berhubungan dengan HSE (Healt Safety and Environment), Petugas K3 dan termasuk Bagian Purchasing pada Perusahaan.

Masa kadaluarsa APAR / expired tabung pemadam kebakaran menentukan apakah berfungsi atau gagal dalam memadamkan api awal yang kecil. Sehingga tidak menimbulkan resiko kebakaran yang membesar.

Walaupun Tabung Pemadam Kebakaran anda belum terpakai selama setahun, tetap wajib dilakukan isi ulang / refill. Hal tersebut untuk menjaga dan merawat agar berfungsi saat diperlukan dalam pemadaman kebakaran.

Hal ini juga untuk menghindari Inspeksi Mendadak dari Petugas Dinas Pemadam Kebakaran setempat yang rutin melakukan pengecekan. Tujuan Inspeksi APAR ini untuk memastikan pihak Dinas Pemadam bahwa bangunan anda telah terproteksi dengan perlengkapan pemadam kebakaran secara baik dan benar. Sehingga dapat terhindar dan atau meminimalisir kerugian.

Tanggal Kadaluarsa APAR.

Tanggal kadaluarsa APAR tertera pada Stiker Expired yang ditempelkan pada saat melakukan pembelian Tabung Pemadam atau pada saat melakukan Isi Ulang / Refill. Stiker ini menandakan bahwa Tabung Pemadam tersebut telah memenuhi syarat kelayakan untuk siap digunakan bilamana terjadi kebakaran.

Cara Melihat Kadaluarsa APAR.

Satu-satunya cara untuk melihat kadaluarsa / expired APAR adalah dengan mengecek apakah terdapat Stiker yang ditempel di tabung. Bila belum memiliki Stiker Expired, segera dibawa dan dicek pada Perusahaan Pengisian Pemadam setempat. Lakukan pengisian dan dapatkan Label Stiker Expired untuk menghindari malfungsi pada saat pemakaian.

Bila telah ditempel Stiker Expired, segera lakukan pengecekan secara harian / mingguan / bulanan terhadap Tabung Pemadam Anda. Pastikan tanggal expired tidak melebihi tanggal yang tercetak dan segera lakukan pengisian ulang sebelum tanggal expired.

Jika anda memerlukan jasa isi ulang APAR, silahkan hubungi kami dengan klik tautan di bawah ini :

KLIK DI SINI >>> VIA WA 0821-1106-7801

Teori memadamkan api :

Teori segitiga api adalah istilah yang diberikan pada rumus terjadinya pembakaran : bahan bakar + oksigen + panas sama dengan api. Kalau salah satu komponen unsur api disingkirkan, Anda tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kebakaran selanjutnya. Unsur api tersebut adalah: oksigen, panas dan bahan bakar.

Mari kita lihat cara kerjanya :

BAHAN BAKAR :

Seperti halnya kita, api akan mati tanpa makanan. Regu pemadam kebakaran memanfaatkan prinsip ini. Untuk mengatasi kebakaran di hutan maupun di perladangan. Sewaktu mereka menciptakan pemutus api di jalur kebakaran utama.

Di dapur, untuk menyingkirkan bahan bakar, kita dapat mematikan saja gasnya. Akan tetapi, dalam kasus-kasus lain, menyingkirkan bahan bakar mungkin sulit atau bahkan mustahil.

OKSIGEN :

Sekali lagi, seperti kita, api harus bernapas. Tebarkan satu sekop tanah atau karung di atas api, Anda pun dapat memadamkannya. Biasanya, kadar oksigen harus sampai angka nol barulah api kehabisan napas.

Jika Anda mengurangi oksigen dari kadar normalnya yakni 21 persen di udara sekitar kita sampai 15 persen. Banyak zat—misalnya, zat cair dan bahkan zat padat yang mudah terbakar—tidak akan terbakar lagi.

PANAS :

Sumber panas untuk menyulut api dapat berasal dari penghangat ruangan, kompor, kabel yang tercolok ke stop kontak yang jenuh, percikan atau abu, kilat, atau panas yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan yang busuk, zat kimia yang mudah menguap, atau lainnya. Ingatlah, jika Anda melihat asap, khususnya bila itu berasal dari lemak atau minyak goreng yang dipanaskan, pembakaran spontan dapat terjadi dengan cepat.

Itulah hal-hal yang perlu anda diketahui tentang terjadinya api dan cara membuat api tidak terjadi. Dengan mengetahui tentang teori segitiga api, terjadinya api, dan cara mengatasinya.

Ada baiknya sebagai tindakan antisipatif, anda memastikan bahwa alat pemadam kebakaran yang anda punya masih berfungsi dengan baik dan siap digunakan.

Jika anda ingin menggunakan APAR sebagai alat pemadam kebakaran di tempat anda, silahkan anda pelajari alat pemadam kebakaran APAR. Anda perlu mengetahui masa kadaluarsa APAR atau media pengisi APAR yang anda miliki. Jika memang masa kadaluarsa APAR sudah terlampaui atau APAR pernah digunakan, segera isi ulang APAR pada kami atau pengisian APAR terdekat dengan anda.

Untuk anda di Jakarta, Depok, Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang yang memerlukan jasa isi ulang APAR silahkan hubungi kami : 0821-1106-7801.

alat-pemadam-kebakaran

 KLIK DI SINI >>> VIA WA 0821-1106-7801

Atau ikuti kami di :

Twitter : @Aneka_Niaga

Instagram : @isiulangaparbekasi

Terima kasih telah membantu klik “SUKAI”

Fans Page Isi Ulang APAR Bekasi

Peta Wilayah Jabodetabek