10 Tempat Wisata Untuk Study Tour Pelajar dan Mahasiswa

Tempat Wisata Study Tour

Tempat Wisata Study Tour di Jogja yang bisa jadi pilihan untuk Study Tour. Study Tour adalah kegiatan yang biasa dilakukan sekolah untuk pelajar atau mahasiswanya. Kegiatan ini biasanya dilakukan di lokasi wisata edukasi di luar kota. Kegiatan ini menggabungkan belajar di luar sekolah sekaligus berwisata.

Ada banyak tempat wisata di Jogja dan sekitarnya yang bisa dijadikan referensi sebagai Tempat Wisata Study Tour. Baik itu wisata edukasi sejarah, geologo, arkeologi, dll.

Berikut ini akan diberikan 10 Tempat Wisata Study Tour yang baik untuk dikunjungi pelajar dan mahasiswa. Tempat wisata tersebut hanya sebagian kecil dari tempat wisata menarik di Jogja dan sekitarnya. Jadi masih banyak tempat wisata yang menarik untuk study tour.

1. Candi Borobudur

Paket Wisata Yogyakarta
Candi Borobudur

Adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini berlokasi di kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar abad ke-8 masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia. Sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia (sumber dari wikipedia).

Tempat pariwisata Jogja ini sudah terkenal seantero dunia. Banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca negara.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

2. Candi Prambanan

Paket Wisata Jogja
Candi Prambanan

Komplek Candi Roro Jonggrang atau Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu. Yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’). Dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa. Maha dewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan (sumber dari wikipedia).

Obyek wisata Jogja ini juga sering menampilkan pertunjukan sendratari Ramayana. Yang biasa ditampilkan pada malam hari.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

3. Kraton Ngayogyakarta

wisata-sejarah-jogja
Kraton Ngayogyakarta

Bangunan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950. Kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya. Yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini.

Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan. Termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan.

Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik. Memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas (sumber dari wikipedia).

Destinasi wisata Jogja ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar dan dalam negeri. Terutama siswa-siswi dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk belajar sejarah kota Yogyakarta. Meraka biasanya menamakannya sebagai karya wisata ke Jogja atau study tour Jogja.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

4. Gedung Agung – Tempat Wisata Study Tour

tempat-wisata-study-tour

Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung (bahasa Jawa: ꦒꦼꦝꦺꦴꦁ​ꦄꦒꦼꦁ, translit. Gedhong Ageng) terletak di pusat keramaian kota. Tepatnya di ujung selatan Jalan Ahmad Yani dahulu dikenal dengan Jalan Margomulyo. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Dan berada pada ketinggian 120 m dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43.585 m².

Gedung utama kompleks istana ini mulai dibangun pada Mei 1824 yang diprakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat. Residen Yogyakarta ke-18 (1823 – 1825) yang menghendaki adanya “istana” yang berwibawa bagi residen-residen Belanda sedangkan arsiteknya adalah A. Payen.

Karena adanya Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825 – 1830) pembangunan gedung itu tertunda. Pembangunan tersebut diteruskan setelah perang tersebut berakhir yang selesai pada 1832. Pada 10 Juni 1867, kediaman resmi residen Belanda itu ambruk karena gempa bumi. Bangunan baru pun didirikan dan selesai pada 1869. Bangunan inilah yang menjadi gedung utama komplek Istana Kepresidenan Yogyakarta yang sekarang disebut juga Gedung Negara.

Pada 19 Desember 1927, status administratif wilayah Yogyakarta sebagai karesidenan ditingkatkan menjadi provinsi. Di mana Gubernur menjadi penguasa tertinggi. Dengan demikian gedung utama menjadi kediaman para gubernur Belanda di Yogyakarta sampai masuknya Jepang.

Pada 6 Januari 1946, “Kota Gudeg” ini menjadi ibu kota baru Republik Indonesia yang masih muda. Dan istana itu berubah menjadi Istana Kepresidenan, tempat tinggal Presiden Soekarno beserta keluarganya. Sedangkan Wakil Presiden Mohammad Hatta tinggal di gedung yang sekarang ditempati Korem 072/Pamungkas.

Pada 19 Desember 1948, Yogyakarta diserang oleh tentara Belanda di bawah pimpinan Jenderal Spoor. Presiden, Wakil Presiden dan para pembesar lainnya diasingkan ke luar Jawa dan baru kembali ke Istana Yogyakarta pada 6 Juli 1949. Sejak 28 Desember 1949, yaitu dengan berpindahnya Presiden ke Jakarta, istana ini tidak lagi menjadi tempat tinggal sehari-hari Presiden. (sumber dari: wikipedia)

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

5. Benteng Vredeburg

study-tour-bekasi-jogja
Benteng Vredeburg

Adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia.

Benteng Vredeburg Yogyakarta berdiri terkait erat dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I kelak). Adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri raja-raja Jawa waktu itu (sumber dari wikipedia).

Tempat wisata Yogyakarta ini berdekatan letaknya dengan keraton, gedung Agung, pasar Beringharjo dan Malioboro.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

6. Gunung Merapi – Tempat Wisata Study Tour

Merapi Lava Tour
Merapi Lava Tour

Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.930 mdpl, per 2010). Adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia.

Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004 (sumber dari wikipedia).

Biasanya Paket wisata Jogja akan menawarkan Merapi Lava Tour. Untuk mengunjungi tempat-tempat sisa erupsi beberapa tahun yang lalu dengan menggunakan mobil Jeep dalam paketnya.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

7. Museum Gunungapi Merapi

study-tour-jakarta-jogja
Museum Gunung Merapi

Mengunjungi Museum Gunungapi ini dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya. Dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas. Dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial-budaya dan lain-lain. Yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya. Museum Gunungapi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif sebagai sarana yang sangat penting dan potensial sebagai pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat. Serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunungapi serta bencana geologi lainnya. (sumber: wikipedia)

Informasi yang disampaikan di museum gunungapi diantaranya:

  1. Ilmiah kegunungapian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya.
  2. Fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya.
  3. Mitigasi bencana gunungapi, gempabumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan dan gerakan tanah.
  4. Sumberdaya gunungapi, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra-struktur dan lainnya.
  5. Aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunungapi.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

8. Tebing Breksi – Tempat Wisata Study Tour

Paket Tour Jogja
Tebing Breksi

Wisata Tebing Breksi merupakan tempat wisata yang berada di kawasan Kabupaten Sleman. Lokasinya berada di sebelah selatan Candi Prambanan. Dan berdekatan dengan Candi Ijo serta Kompleks Keraton Boko. Lokasi Wisata Tebing Breksi Jogja berada di Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelum menjadi tempat wisata di Jogja, lokasi Taman Tebing Breksi sebelumnya adalah tempat penambangan batuan alam. Kegiatan penambangan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan.

Sejak tahun 2014, kegiatan penambangan di tempat ini ditutup oleh pemerintah. Penutupan ini berdasarkan hasil kajian. Yang menyatakan bahwa batuan yang ada di lokasi penambangan ini merupakan batuan yang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran. Kemudian lokasi penambangan ditetapkan sebagai tempat yang dilindungi. Dan tidak diperkenankan untuk kegiatan penambangan.

Setelah penutupan aktivitas tambang tersebut, masyarakat mendekorasi lokasi bekas pertambangan ini menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Tepatnya pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai tempat wisata baru di Jogja (sumber dari wikipedia).

Tempat Wisata Yogyakarta ini baik dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa yang selain berwisata juga dapat belajar mengenai ilmu Geologi.

Untuk informasi lebih lanjut menegenai Tebing Breksi dapat dibaca di sini >>> KLIK.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

9. Monumen Jogja Kembali

Monumen Jogja Kembali

Bangunan Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 dengan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan oleh kolonel Soegiarto, selaku walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983. Nama Yogya Kembali dipilih dengan maksud sebagai tetenger (peringatan) dari peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibu kota RI Yogyakarta pada waktu itu, tanggal 29 Juni 1949. Hal ini merupakan tanda awal bebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan pemerintahan Belanda.

Pembangunan monumen ini dilakukan dengan memperhitungkan beberapa faktor penting. Titik pusat bangunan ini merupakan sebuah titik yang secara imajiner menghubungkan beberapa titik penting di Yogyakarta yaitu Kraton Jogja, Tugu Yogyakarta, Gunung Merapi, Parang Tritis dan juga Panggung Krapyak. Titik ini sendiri disebut sebagai Sumbu Besar Kehidupan dan penanda dari titik imajiner ini sendiri berada pada lantai 3 bangunan monumen ini. (sumber dari: wikipedia)

Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di antaranya adalah koleksi unggulan yang dimiliki oleh Museum Yogya Kembali. Koleksi unggulan Museum Yogya Kembali adalah sebagai berikut:

  1. Replika pakaian militer, berbagai jenis pakaian tentara, polisi istimewa, gerilyawan, tentara pelajar, heiho, laskar wilayah, pakaian cadet Vaadright sebelum bersatu menjadi Tentara Nasional Indonesia.
  2. Senjata api genggam, berbagai jenis senjata api hasil rampasan yang diperoleh dari para serdadu Belanda ketika masa perang kemerdekaan.
  3. Diorama Soeharto, diorama ini menampilkan situasi ketika Soeharto merencanakan taktik penyerangan Serangan Umum 1 Maret
  4. Tandu Jenderal Soedirman, tandu yang dipakai oleh Jenderal Soedirman ketika bergerilya melawan Belanda di Yogya, Madiun, sampai Kediri.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

10. Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu

Bangunan Museum Ullen Sentalu terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman. Adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman). Beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta).

Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku”. Yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong). Yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan. (sumber dari : wikipedia)

Masih banyak tempat wisata study tour di Jogja selain 10 tempat tersebut di atas. Namun dengan informasi 10 tempat wisata study tour di Yogyakarta terbaik tersebut, dapat membantu anda untuk menentukan tempat yang akan anda menjadi tujuan study tour ke Jogja anda.

Bagi anda yang membutuhkan informasi Tempat Wisata Study Tour di Jogja. Atau merencanakan Outbound, Study Tour, Company Tour, Field Trip, Outing Class, Outbound Training, Family Gathering ke Yogyakarta dapat menghubungi kami : 0821-1106-7801

KLIK DI SINI >>> WA 0821-1106-7801

Atau ikuti kami :

Website : Paket Tour ke Jogja

Instagram : @ratunya_travel

Fans Page : Paket Wisata dan Study Tour Jogja

 

Tempat Wisata Study Tour

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.