10 Tempat Wisata Edukasi di Jogja bagi pelajar

Wisata Edukasi di Jogja

Wisata Edukasi di Jogja sangat banyak dan terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan. Mulai dari pendidikan sejarah, kedirgantaraan, vulkanologi, biologi, dll. Tak heran jika Yogyakarta dinamai dengan sebutan kota pelajar.

Berikut ini akan kami informasikan mengenai 10 tempat Wisata Edukasi di Jogja yang bisa dijadikan referensi belajar secara outing class bagi pelajar.

1. Taman Pintar Yogyakarta

wisata-edukasi-di-jogja
Taman Pintar Yogyakarta

Bahasa Jawa: Hanacaraka,ꦠꦩꦤ꧀​ꦥꦶꦤ꧀ꦠꦂ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, Taman Pintar Ngayogyakarta adalah wahana wisata yang terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta, di kawasan Benteng Vredeburg. Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi.

Sejak terjadinya ledakan perkembangan sains sekitar tahun 90-an, terutama Teknologi Informasi, pada gilirannya telah menghantarkan peradaban manusia menuju era tanpa batas. Menghadapi realitas perkembangan dunia semacam itu, dan wujud kepedulian terhadap pendidikan, maka Pemerintah Kota Yogyakarta menggagas sebuah ide untuk Pembangunan “Taman Pintar”.

Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Taman ini, khususnya pada wahana pendidikan anak usia dini dilengkapi dengan teknologi interaktif digital serta pemetaan video yang akan memacu imajinasi anak serta ketertarikan mereka terhadap teknologi. Pada saat ini ada 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif.

Akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Tempat rekreasi ini sangat baik untuk anak-anak pada masa perkembangan.

Beberapa tahun ini Taman Pintar menjadi alternatif tempat berwisata bagi masyarakat Yogyakarta maupun luar kota. (sumber dari: wikipedia)

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

2. Museum Dirgantara Mandala

wisata-edukasi-di-jogja
Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta

Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” adalah museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara yang berisikan benda-benda koleksi sejarah. Dimana sebagian besarnya berupa pesawat terbang yang pernah mengabdikan diri di lingkungan TNI AU.

Museum ini berlokasi kurang lebih 6 kilometer arah Timur dari pusat kota Yogyakarta, di kompleks Pangkalan Udara Adi Sutjipto, Yogyakarta. Museum ini sebelumnya berada berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta dan diresmikan pada 4 April 1969 oleh Panglima AU Laksamana Roesmin Noerjadin lalu dipindahkan ke Yogyakarta pada 29 Juli 1978.

Latar Belakang

Museum ini didirikan dengan berdasarkan dua hal utama yaitu:

  1. Mendokumentasikan segala kegiatan dan peristiwa bersejarah dalam bertumbuhnya TNI Angkatan Udara.
  2. Nilai-nilai luhur perjuangan 1945, yang bisa diwariskan kepada para anak cucu negeri ini.

Berdasarkan dua hal tersebut, dituangkan dalam Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara Nomor 491 tanggal 6 Agustus 1960 tentang dokumentasi, sejarah dan museum Angkatan Udara Republik Indonesia, yang baru bisa diwujudkan dalam bentuk embrio pada tanggal 21 April 1967 dan dibawah pembinaan Asisten Direktorat Hubungan Masyarakat Angkatan Udara Republik Indonesia.

Dalam bentuk embrio ini, ia sudah memiliki tiga bagian yaitu:

  1. Pembinaan benda-benda
  2. Administrasi dan deskripsi
  3. Dokumentasi dan pameran

Mulai ada kegiatan lebih berarti setelah adanya Instruksi Menteri/Panglima Angkatan Udara Nomor 2 tahun 1967 tanggal 30 Juli 1967 tentang peningkatan kegiatan bidang sejarah, budaya dan museum Angkatan Udara. Pada tanggal 4 April 1969, museum ini diresmikan oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin, dengan nama Museum Pusat Angkatan Udara Republik Indonesia. Dalam peresmiannya turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting TNI AU, antara lain:

  1. Laksamana Udara R. Soerjadi Soerjadarma
  2. Laksamana Udara (Purn) Dr. Suhardi Hardjo Lukito
  3. Pangkowilu V – Laksda Udara Saleh Basarah
  4. Kapusjarah ABRI – Kol Tit. Drs Nugroho Notosusanto

Awalnya, museum berada kawasan Markas Komando Wilayah Udara V (Makowilu V) di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta. Dan pada saat bersamaan berdiri juga Museum Pendidikan/Karbol di Lembaga Pendidikan AKABRI Bagian Udara, Yogyakarta atau sekarang dikenal dengan nama AAU, sehingga muncul ide untuk penyatuan kedua, selain juga untuk menampung koleksi alat utama sistem senjata TNI AU yang kian terus berkembang sehingga dibutuhkan tempat yang lebih luas.

Ruangan Museum

Berbagai koleksi maupun benda bersejarah TNI AU dipamerkan dalam ruangan berbeda dengan nama sebagai berikut:

Ruang Utama

Berisikan koleksi lambang TNI AU beserta jajarannya, foto KASAU dari tahun 1946 hingga sekarang yang dilengkapi dengan Kode QR. Selain itu ia juga memuat patung para pahlawan nasional dari TNI AU, foto para tokoh penerima bintang Swabuana Paksa, tanda pangkat TNI AU serta tanda-tanda kehormatan militer.

Ruang Kronologi

Menggambarkan sejarah perjuangan dan perkembangan TNI AU dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Ruang Pahlawan dan Seragam TNI AU

Berisikan benda-benda koleksi yang pernah dipakai oleh pahlawan TNI AU dan seragam TNI AU dari tahun 1946 sampai dengan sekarang.

Ruang Kotama

Berisikan benda-benda koleksi yang berhubungan dengan Kotama di jajaran TNI AU diantaranya:

  1. Korps Pasukan Khas TNI AU
  2. Kodikau
  3. AAU
  4. Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara
  5. Koharmatau
  6. Koopsau
  7. Kohanudnas
  8. Perkembangan Sekolah Penerbang TNI AU, dan
  9. Benda koleksi yang pernah dimiliki oleh mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara

Ruang Alutsista I & II

Berisikan koleksi alat utama sistem senjata udara yang pernah dipergunakan oleh TNI AU dari tahun 1945 sampai dengan 1980-an.

Ruang Diorama I

Berisikan 4 buah diorama

Ruang Diorama II

Berisikan 3 buah diorama

Ruang Diorama III

Berisikan 16 buah diorama

Diorama SKSD Palapa

Ruang Minat Dirgantara

Mini Teater

(sumber dari: wikipedia)

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

3. Kebun Binatang Gembira Loka

wisata-edukasi-di-jogja
Kebun Binatang Gembira Loka

Bahasa Jawa: Hanacaraka,ꦏꦼꦧꦸꦤ꧀​ꦧꦶꦤꦠꦁ​ꦒꦼꦩ꧀ꦧꦶꦫ​ꦭꦺꦴꦏ adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti orangutan, gajah asia, simpanse, harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2006. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan.

Sejarah

Loka artinya tempat, gembira ya gembira. Syahdan, hampir setengah abad yang lalu Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka di atas lahan seluas 20 ha yang separonya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa di antaranya 61 spesies flora.

Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.

Gembira Loka Zoo memiliki koleksi satwa yang cukup lengkap. Akhir-akhir ini, dikabarkan bahwa GLZ sedang mengadakan kesepakatan dengan Singapore Zoo untuk pertukaran hewan, yakni 6 ekor Pinguin Jackass. Gembira Loka Zoo selalu berusaha memberikan yang terbaik demi kenyamanan pengunjung serta kelestarian alam. Beberapa kali didengar bahwa gajah melahirkan, burung kakatua menetaskan telurnya, serta kuda pacu melahirkan anaknya.

Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.

Namun, sejak tahun 2010 Gembira Loka Zoo mulai merehabilitasi dan merekonstruksi kebun binatangnya. Bahkan, sampai tahun 2012 ini sedang dalam proses pembuatan untuk “Taman Burung” dan sedangkan untuk “Taman Reptil dan Amfibi” sudah dalam tahap sentuhan akhir. Beberapa pedagang asongan pun sudah mulai dibenahi, agar terkesan rapi dan bersih. Semenjak itu, GLZ mulai dikunjungi pengunjung dengan jumlah yang lebih banyak.

Hewan

Mamalia: Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Kuda Nil, Rusa Tutul, Unta, Simpanse, Orangutan, Beruang Madu, Wallaby, Singa

Reptil: Buaya Muara, Kura-kura Radiata, Kura-kura Terapin, Kura-kura Sulkata, Kura-kura Kepala, Ceri, Biawak Naga, Iguana Merah, Kiman Kerdil, Cuvier, Siamang

Fasilitas

Sepeda Air, Kolam Tangkap, Perahu Engkol, Kereta Mini, Kapal Katamaran “Dugong”, Mayang Tirta, Toilet bersih, Free Wi-Fi Zone, ATV dan Arena Sepeda, Reptile and Amphibian Park, Bird Park, Laboraturium Gembira Loka (Museum), Tempat sampah dan pohon rimbun untuk berteduh, Sarana Ibadah (mushola) yang cukup bersih. (sumber dari: wikipedia)

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

4. Museum Gunung Merapi – Wisata Edukasi di Jogja

study-tour-jakarta-jogja
Meuseum Gunung Merapi

Mengunjungi Museum Gunungapi ini dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya. Dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas. Dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial-budaya dan lain-lain. Yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya. Museum Gunungapi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif sebagai sarana yang sangat penting dan potensial sebagai pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat. Serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan gunungapi serta bencana geologi lainnya.

Informasi yang disampaikan di museum gunungapi diantaranya:

  1. Ilmiah kegunungapian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya.
  2. Fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya.
  3. Mitigasi bencana gunungapi, gempabumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan dan gerakan tanah.
  4. Sumberdaya gunungapi, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra-struktur dan lainnya.
  5. Aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunungapi. (sumber dari: wikipedia)

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

5. Kraton Ngayogyakarta

wisata-edukasi-sejarah-jogja
Kraton Ngayogyakarta

Bangunan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950. Kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya. Yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini.

Kraton ini kini juga merupakan salah satu obyek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks kraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan. Termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka kraton, dan gamelan.

Dari segi bangunannya, kraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik. Memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas (sumber dari wikipedia).

Destinasi wisata Jogja ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar dan dalam negeri. Terutama siswa-siswi dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk belajar sejarah kota Yogyakarta. Meraka biasanya menamakannya sebagai karya wisata ke Jogja atau study tour Jogja.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

6. Monumen Jogja Kembali – Wisata Edukasi di Jogja

Monumen Jogja Kembali

Bangunan Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 dengan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan oleh kolonel Soegiarto, selaku walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983. Nama Yogya Kembali dipilih dengan maksud sebagai tetenger (peringatan) dari peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibu kota RI Yogyakarta pada waktu itu, tanggal 29 Juni 1949. Hal ini merupakan tanda awal bebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan pemerintahan Belanda.

Pembangunan monumen ini dilakukan dengan memperhitungkan beberapa faktor penting. Titik pusat bangunan ini merupakan sebuah titik yang secara imajiner menghubungkan beberapa titik penting di Yogyakarta yaitu Kraton Jogja, Tugu Yogyakarta, Gunung Merapi, Parang Tritis dan juga Panggung Krapyak. Titik ini sendiri disebut sebagai Sumbu Besar Kehidupan dan penanda dari titik imajiner ini sendiri berada pada lantai 3 bangunan monumen ini. (sumber dari: wikipedia)

Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di antaranya adalah koleksi unggulan yang dimiliki oleh Museum Yogya Kembali. Koleksi unggulan Museum Yogya Kembali adalah sebagai berikut:

  1. Replika pakaian militer, berbagai jenis pakaian tentara, polisi istimewa, gerilyawan, tentara pelajar, heiho, laskar wilayah, pakaian cadet Vaadright sebelum bersatu menjadi Tentara Nasional Indonesia.
  2. Senjata api genggam, berbagai jenis senjata api hasil rampasan yang diperoleh dari para serdadu Belanda ketika masa perang kemerdekaan.
  3. Diorama Soeharto, diorama ini menampilkan situasi ketika Soeharto merencanakan taktik penyerangan Serangan Umum 1 Maret
  4. Tandu Jenderal Soedirman, tandu yang dipakai oleh Jenderal Soedirman ketika bergerilya melawan Belanda di Yogya, Madiun, sampai Kediri. (sumber dari: wikipedia)

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

7. Ullen Sentalu

study-tour-cikarang-jogja

Bangunan Museum Ullen Sentalu terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman. Adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman). Beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta).

Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku”. Yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong). Yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan. (sumber dari : wikipedia)

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

8. Gedung Agung – Wisata Edukasi di Jogja

wisata-sekolah-bekasi-jogja
Gedung Agung Yogyakarta

Istana Yogyakarta yang dikenal dengan nama Gedung Agung (bahasa Jawa: ꦒꦼꦝꦺꦴꦁ​ꦄꦒꦼꦁ, translit. Gedhong Ageng) terletak di pusat keramaian kota. Tepatnya di ujung selatan Jalan Ahmad Yani dahulu dikenal dengan Jalan Margomulyo. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Dan berada pada ketinggian 120 m dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43.585 m².

Gedung utama kompleks istana ini mulai dibangun pada Mei 1824 yang diprakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat. Residen Yogyakarta ke-18 (1823 – 1825) yang menghendaki adanya “istana” yang berwibawa bagi residen-residen Belanda sedangkan arsiteknya adalah A. Payen.

Karena adanya Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825 – 1830) pembangunan gedung itu tertunda. Pembangunan tersebut diteruskan setelah perang tersebut berakhir yang selesai pada 1832. Pada 10 Juni 1867, kediaman resmi residen Belanda itu ambruk karena gempa bumi. Bangunan baru pun didirikan dan selesai pada 1869. Bangunan inilah yang menjadi gedung utama komplek Istana Kepresidenan Yogyakarta yang sekarang disebut juga Gedung Negara.

Pada 19 Desember 1927, status administratif wilayah Yogyakarta sebagai karesidenan ditingkatkan menjadi provinsi. Di mana Gubernur menjadi penguasa tertinggi. Dengan demikian gedung utama menjadi kediaman para gubernur Belanda di Yogyakarta sampai masuknya Jepang.

Pada 6 Januari 1946, “Kota Gudeg” ini menjadi ibu kota baru Republik Indonesia yang masih muda. Dan istana itu berubah menjadi Istana Kepresidenan, tempat tinggal Presiden Soekarno beserta keluarganya. Sedangkan Wakil Presiden Mohammad Hatta tinggal di gedung yang sekarang ditempati Korem 072/Pamungkas.

Pada 19 Desember 1948, Yogyakarta diserang oleh tentara Belanda di bawah pimpinan Jenderal Spoor. Presiden, Wakil Presiden dan para pembesar lainnya diasingkan ke luar Jawa dan baru kembali ke Istana Yogyakarta pada 6 Juli 1949. Sejak 28 Desember 1949, yaitu dengan berpindahnya Presiden ke Jakarta, istana ini tidak lagi menjadi tempat tinggal sehari-hari Presiden. (sumber dari: wikipedia)

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

9. Candi Prambanan

paket-wisata-jogja
Candi Prambanan

Komplek Candi Roro Jonggrang atau Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu. Yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’). Dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa. Maha dewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan (sumber dari wikipedia).

Obyek wisata Jogja ini juga sering menampilkan pertunjukan sendratari Ramayana. Yang biasa ditampilkan pada malam hari.

Informasi Study Tour ke Jogja KLIK di sini >>>

10. Benteng Vredeburg

study-tour-bekasi-jogja
Benteng Vredeburg

Adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia.

Benteng Vredeburg Yogyakarta berdiri terkait erat dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I kelak). Adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri raja-raja Jawa waktu itu (sumber dari wikipedia).

Tempat wisata Yogyakarta ini berdekatan letaknya dengan keraton, gedung Agung, pasar Beringharjo dan Malioboro.

Masih banyak tempat wisata edukasi di Jogja selain 10 tempat tersebut di atas. Namun dengan informasi 10 tempat wisata edukasi di Jogja terbaik tersebut, dapat membantu anda untuk menentukan tempat yang akan anda menjadi tujuan study tour ke Jogja anda.

Bagi anda yang membutuhkan informasi tempat Wisata Edukasi di Jogja. Atau merencanakan Outbound, Study Tour, Company Tour, Field Trip, Outing Class, Outbound Training, Family Gathering ke Yogyakarta dapat menghubungi kami : 0821-1106-7801

KLIK DI SINI >>> WA 0821-1106-7801

Atau ikuti kami :

Website : Paket Tour ke Jogja

Instagram : @ratunya_travel

Fans Page : Paket Wisata dan Study Tour Jogja

 

Wisata Edukasi di Jogja

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.