Paket Tour Wisata Edukasi Sejarah ke Jogja

Wisata Edukasi Sejarah Jogja | Paket Study Tour destinasi Yogyakarta murah untuk pelajar dan mahasiswa. Tujuan obyek pariwisata edukasi, belajar sambil liburan. Hubungi: 0821-1106-7801

KLIK >> VIA WA 0821-1106-7801

wisata-edukasi-sejarah-jogja
Kraton Ngayogyakarta

Wisata Edukasi Sejarah Jogja

Yogyakarta sebagai salah satu icon wisata di Indonesia, merupakan tujuan turis domestik dan manca negara untuk berwisata. Bahkan sudah banyak para kepala negara yang sudah menginjakkan kaki di Jogja. Menikmati keindahan yang ada di sini.

Selain itu banyak perusahaan dan sekolah yang menjadikan tujuan utama untuk acara family gathering, company gathering, training outboundstudy tour atau karya wisata ke Jogja.

Berbagai tempat wisata edukasi sejarah Jogja yang bertema sejarah, edukasi, pemandangan alam, pegunungan, dan pantai ada di sini. Seperti Kraton Yogyakarta, Candi Borobudur, Candi Prambanan. Gunung Merapi dengan Merapi Lava Tour dan Museum Merapi, masjid Kotagede, tebing Breksi adalah beberapa destinasi wisata Jogja yang diunggulkan.

Selain itu masih banyak lagi tempat yang dapat dijadikan tujuan pariwisata Jogja. Seperti Parang Tritis, dengan keindahan pantainya. Goa Pindul dengan aktivitas cave tubing yaitu menyusuri gua yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah di dalam gua. Maupun wisata alam yang mempesona seperti Hutan Pinus Pengger, Mangunan, Puncak Becici, dan lainnya. Yang bisa dijadikan pilihan tempat liburan ke Jogja. Berikut ini 8 wisata pantai paling direkomendasikan di Yogyakarta (Baca : Tribun Jogja 06/08/2019).

Puncak Becici tidak hanya diminati oleh wisatawan lokal. Puncak Becici juga diminati wisatawan mancanegara. Bahkan Mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama juga pernah mengunjungi kawasan Wisata alam yang indah ini. (Baca : Kompas 28/06/2017).

Ayo tentukan tujuan field trip Jogjawisata sejarah Jogja, wisata rombongan, family gathering, company tour, training outbound, study tour ke Jogja anda. Kami menyediakan paket wisata sejarah Jogja dengan pilihan tempat wisata di Jogja yang lengkap, menyenangkan, dan edukatif.

Kami sebagai tour organizer siap membantu menyiapkan segalanya keperluan anda. Seperti mengurus akomodasi, tempat tujuan wisata Yogyakarta dan membuat jadwal acaranya. Semua disesuaikan dengan keinginan dan anggaran anda.

Hubungi kami Ratunya Travel untuk memperoleh informasi:

KLIK >> VIA WA 0821-1106-7801

Berikut ini beberapa paket yang kami sediakan dengan dengan harga Ekonomis :

  1. Study Tour ke Jogja paket 5 hari 2 malam >>> KLIK DI SINI.
  2. Paket 4 hari 2 malam >>> KLIK DI SINI.
  3. Paket 3 hari 2 malam >>> KLIK DI SINI.
  4. Outbound Training di Jogja paket 2 hari 1 malam >>> KLIK DI SINI.
  5. Company Gathering di Jogja >>> KLIK DI SINI.
  6. Program Paket Wisata Jogja lainnya.

Sekilas Mengenal Wisata Sejarah Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kotamadya, dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan, dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2.

Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menimbulkan penyingkatan nomenklatur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta sering dihubungkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat sering disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walau secara geografis merupakan daerah setingkat provinsi terkecil kedua setelah DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta ini terkenal di tingkat nasional, dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami beberapa bencana alam besar termasuk bencana gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006, erupsi Gunung Merapi selama Oktober-November 2010.

Sejarah Yogyakarta

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau disebut Zelfbestuurlandschappen / Daerah Swapraja. Yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755. Sedangkan Kadipaten Pakualaman didirikan oleh Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengku Buwono II) yang bergelar Adipati Paku Alam I pada tahun 1813.

Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan, dan Pakualaman sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangganya sendiri yang dinyatakan dalam kontrak politik. Kontrak politik yang terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblaad 1942 Nomor 47, sedangkan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomor 577. Eksistensi kedua kerajaan tersebut telah mendapat pengakuan dari dunia internasional, baik pada masa penjajahan Belanda, Inggris, maupun Jepang. Ketika Jepang meninggalkan Indonesia, kedua kerajaan tersebut telah siap menjadi sebuah negara sendiri yang merdeka, lengkap dengan sistem pemerintahannya (susunan asli), wilayah, dan penduduknya.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan kepada Presiden RI, bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi wilayah Negara RI. Bergabung menjadi satu kesatuan yang dinyatakan sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Hal tersebut dinyatakan dalam :

  1. Piagam kedudukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 19 Agustus 1945 dari Presiden RI.
  2. Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 5 September 1945 (dibuat secara terpisah).
  3. Amanat Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 30 Oktober 1945 (dibuat dalam satu naskah).

Peran Yogyakarta dalam Republik Indonesia

Dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), DIY mempunyai peranan yang penting. Terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 pernah dijadikan sebagai Ibu kota Negara Republik Indonesia. Tanggal 4 Januari inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari Yogyakarta Kota Republik pada tahun 2010.

Pada saat ini Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwana X. Dan Kadipaten Pakualaman dipimpin oleh Sri Paku Alam X. Yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur, dan Wakil Gubernur DIY. Keduanya memainkan peran yang menentukan dalam memelihara nilai-nilai budaya, dan adat istiadat Jawa dan merupakan pemersatu masyarakat Yogyakarta. (Sumber dari : wikipedia)

Hubungi kami untuk informasi wisata edukasi sejarah Jogja dan penawaran harga menarik.!

Study Tour ke Jogja

Wisata Edukasi Sejarah Jogja | Paket Study Tour destinasi Yogyakarta murah untuk pelajar dan mahasiswa. Tujuan obyek pariwisata edukasi, belajar sambil liburan. Hubungi: 0821-1106-7801

KLIK >> VIA WA 0821-1106-7801

Atau ikuti kami :

Website : Paket Tour ke Jogja

Instagram : @ratunya_travel

Fans Page : Paket Wisata dan Study Tour Jogja

Wisata Edukasi Sejarah Jogja

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.