PENGOLAHAN AIR

pengolahan-air

Pengolahan air sederhana dapat dilakukan secara fisika, kimia & biologi dengan filtrasi pasir, koagulasi & aerasi untuk mengatasi bau, kekeruhan & warna kuning pada air. | Kami mengatasi masalah air keruh berbau dan warna kuning dengan pemasangan media filter air untuk area Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Cikarang, Karawang dan sekitarnya. | Hubungi: 0821-1106-7801.

KLIK DI SINI >>> WA: 0821-1106-7801

Pengolahan Air

Latar Belakang

Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Pengolahan air merupakan suatu upaya untuk mendapatkan air bersih dan sehat sesuai standar mutu air yang memenuhi syarat Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat di daerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM umumnya mereka menggunakan air tanah (sumur), air sungai, air hujan, air sumber (mata air) dan lainnya.

Masalah Kualitas Air Yang Sering Dijumpai

Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kualitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk diminum. Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tesebut tidak layak untuk diminum. Standar kualitas air minum menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.20 Tahun 1990.

Kebanyakan masyarakat menggunakan air tanah (sumur) untuk kebutuhan sehari-harinya. Namun air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, perlu dilakukan upaya penyediaan sistem alat pengolah air skala rumah tangga yang dapat menghilangkan atau mengurangi kandungan besi dan mangan yang terdapat dalam air air sumur atau tanah. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas air tanah yakni dengan menggunakan filter dengan media mangan zeolit dan karbon aktif.

Proses Pengolahan Air

Proses pengolahan air merupakan proses yang dilakukan untuk perubahan fisika, kimia, dan biologi pada air baku sehingga menjadi lebih baik.

Adapun tujuan pengolahan air adalah :

  • Memperbaiki kualitas air.
  • Mengurangi bau.
  • Mengurangi kadar bahan-bahan terlarut.
  • Mematikan mikro organisme. 

Proses Secara Fisika

Pengolahan air secara fisika adalah proses pengolahan air dengan cara pengendapan atau sedimentasi dan penyaringan atau filtrasi.

Pengendapan atau Sedimentasi

Proses pengendapan partikel padat yang tersusupensi dalam cairan atau zat cair dengan menggunakan pengaruh gravitasi atau gaya berat secara alami. Kegunaan pengendapan atau sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan yang tersuspensi pada air dan kandungan organisme tertentu di dalam air.

Proses sedimentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Diameter butiran.
  • Berat jenis butiran.
  • Berat jenis zat cair.
  • Kekeruhan cairan.
  • Kecepatan aliran.

Penyaringan atau Filtrasi

Penyaringan merupakan pemisahan antara padatan atau koloid dengan cairan. Proses penyaringan air melalui pengaliran air pada media butiran. Secara alami penyaringan air terjadi pada permukaan yang mengalami peresapan pada lapisan tanah. Bakteri dapat dihilangkan secara efektif melalui proses penyaringan, demikian pula dengan warna, keruhan, bau dan besi.

Pada proses penyaringan, partikel-partikel yang cukup besar akan tersaring pada media pasir, sedangkan bakteri dan bahan koloid yang berukuran lebih kecil tidak tersaring seluruhnya. Ruang antara butiran berfungsi sebagai sedimentasi di mana butiran terlarut mengendap. Bahan-bahan koloid yang terlarut kemungkinan akan ditangkap karena adanya gaya elektro kinetik. Banyak bahan-bahan yang terlarut tidak dapat membentuk flok dan pengendapan gumpalan-gumpalan masuk ke dalam filter dan tersaring.

Jenis saringan pasir yang sering digunakan:

1. Saringan Pasir Lambat

Saringan pasir lambat adalah saringan pasir yang mempunyai kerja mengolah air baku secara gravitasi melalui lapisan pasir sebagai media penyaringan. Kecepatan penyaringan berkisar antara 0,1 – 0,4 m³/jam. Proses penyaringan dapat berjalan baik apabila tinggi pasir penyaring minimal 70 cm, karena aktifitas mikroorganisme terjadi di lapisan sampai 30 – 40 cm di bawah permukaan. Mikroorganisme ini berfungsi memakan dengan menghancurkan zat organik sewaktu air mengalir lewat pasir tersebut. Ketebalan pasir di bawahnya lagi berfungsi sebagai saringan zat kimia, karena di sini terjadi proses kimiawi. Diameter pasir berkisar antara 0,2 – 2,0 mm, dapat menyaring telur cacing, kista amoeba, larva cacing, dan bakteri.

2. Saringan Pasir Cepat

Saringan pasir cepat juga bekerja atas dasar gaya gravitasi melalui pasir berdiameter 0,2 – 2,0 mm, dan kerikil berdiameter 25 – 50 mm, kecepatan filtrasi 100 – 125 m³/hari. Tebal pasir efektif sekitar 80 – 120 cm. Saringan pasir cepat ini dapat menyaring telur cacing, kista amoeba, larva cacing. Pasir cepat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi Fe dan Mn.

Proses Secara Kimia

Pengolahan air secara Kimia merupakan pengolahan air limbah dengan penambahan bahan kimia (padat, cair, dan gas) ke dalam air. Beberapa proses pengolahan air secara kimia seperti koagulasi / flokulasi, gas transfer / aerasi. Setiap proses mempunyai tujuan tertentu.

Koagulasi atau Flokulasi

Koagulasi atau flokulasi adalah proses pengumpulan partikel-partikel yang tidak dapat diendapkan dengan jalan menambahkan koagulasi. Contoh bahan koagulasi antara lain tawas dan kapur. Cara koagulasi atau flokulasi dalam pengolahan air dengan bahan kimia berguna untuk air yang mengandung bahan kimia, dan warna tetapi tidak terlalu pekat.

Adanya partikel-partikel halus Fe(OH)3.n H2O dalam air juga sukar mengendap dan menyebabkan air menjadi keruh. Untuk menghilangkan zat besi dan mangan pada air keruh tersebut di atas, perlu dilakukan dengan proses koagulasi. Pada prinsipnya apabila air sudah susah diendapkan maka berarti perlu ditambahkan bahan kimia.

Cara pengendapan dapat dilakukan dengan menambahkan bahan koagulan dalam air dengan tujuan untuk menangkap partikel-partikel halus yang susah mengendap menjadi gumpalan (flok) kemudian mengendap. Setelah koloid senyawa besi dan mangan mengendap, kemudian air disaring dengan saringan pasir cepat atau saringan pasir lambat. Selain itu penyaringan dapat dilakukan dengan menggunakan media filter air padatan seperti pasir silika, carbon aktif, dll. Untuk mengetahui fungsi media filter air tersebut dapat dibaca di sini >>>

Aerasi

Aerasi dalah proses pengolahan air dengan memberikan kontak ke air dengan udara. Tujuannya adalah untuk menambah oksigen ke dalam air, menurunkan karbon dioksida, dan mangan supaya bisa diendapkan. Proses ini juga dapat menghilangkan bau pada air.

Setelah melalui proses-proses tersebut di atas air sudah bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari untuk MCK (mandi cuci kakus).

Proses RO System

Proses lanjutan agar air dapat dikonsumsi secara langsung dapat dilakukan dengan pengolahan air dengan RO system.

Pengertian Reverse Osmosis (RO)

Reverse osmosis (Osmosis terbalik) atau RO adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan. Dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring).

Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah. Yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tetapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion.

Osmosis adalah sebuah fenomena alam yang terjadi dalam sel makhluk hidup. Di mana molekul pelarut (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel.

Membran semipermeabel ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari pelarut berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.

Pengertian lain dari Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah terlarut dari sebuah daerah konsentrasi terlarut tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah terlarut rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik.

Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah larutan melalui filter yang menangkap zat terlarut dari satu sisi dan membiarkan pendapatan pelarut murni dari sisi satunya. (sumber dari wikipedia)

Mesin Air RO

Mesin Air RO (Reverse Osmosis) adalah mesin yang memproses pengolahan air dengan menghilangkan bahan tidak diinginkan. Menggunakan tekanan (pompa boster) untuk memaksa molekul air melalui membran semipermeabel. Dalam proses ini Filter air minum RO atau membran RO tidak hanya menyaring partikel dan bakteri. Tetapi juga bahan kimia beracun dan kontaminan logam berat.

Sistem penyaringan reverse osmosis melalui membran semipermeabel dengan besaran 0,0001 mikron dapat menghilangkan sampai 90% padatan terlarut total (TDS). Sehingga dapat menyediakan air murni yang sehat dan layak dikonsumsi untuk semua kebutuhan anda. Sedangkan air kotor atau tercemar akan terbuang melalui saluran air pembuangan.

5 Step Cara Kerja Dasar Mesin RO

  1. Sedimen Cartridge / tahap pertama : sedimen 5 mikron, selulosa berperekat resin. Berfungsi untuk menyaring senyawa kimia, partikel padat, dan kotoran yang lebih besar dari 5 mikron. Seperti : karat, pasir, lumpur, bahan mikro, kapur, dll.
  2. Carbon Active Cartridge / tahap kedua : karbon aktif berbutir. Berfungsi untuk menyerap rasa dan bau senyawa organik, termasuk clorin dan benzene.
  3. Carbon Block Cartridge / tahap ketiga : saringan filter jenis carbon block. Berfungsi agar penyaringan bahan bahan kimia, rasa dan bau menjadi lebih sempurna.
  4. Membran Cartridge / tahap keempat : membran berkepadatan 0,0001 mikron. Berfungsi untuk menyaring air dan hanya mengijinkan molekul air untuk lewat. Membuang semua ketidakmurnian dalam air yang berbahaya terhadap kesehatan manusia, seperti : bakteri, logam berat, dan ion-ion.
  5. Post Filter Cartridge / tahap kelima : pasca filter karbon aktif berbulir. Berfungsi untuk memberi rasa yang enak terhadap air yang disimpan.

Beberapa keuntungan air minum RO

  1. Air yang dihasilkan dari proses RO lebih sehat dan segar, sehingga sudah banyak digunakan di negara-negara maju.
  2. Mampu menurunkan TDS hingga 90%, hingga tingkat kemurnian air 90% – 98%, sehingga bebas dari jenis logam berat, kotoran dan kuman.
  3. Biaya lebih murah untuk setiap gallon yang dihasilkan.
  4. Mudah dalam perawatan dan penggantian filter-filternya.

Itulah tahapan sederhana tentang pengolahan air dari awal hingga dapat dikonsumsi.

Kami melayani pengiriman mesin air minum RO ke seluruh Indonesia dari lokasi kami di daerah kota Bekasi. Dengan biaya kirim ditanggung oleh pembeli.

Untuk wilayah Jabodebek dan sekitarnya kami juga melayani penggantian dan pemasangan filter air dan mesin air minum RO undersink dengan dikenakan biaya pasang dan transpotasi.

Kami juga melayani pembuatan Water Treatment Plant dan RO system untuk kantor, rumah sakit, pabrik dll.

Segera hubungi kami untuk informasi:

hubungi-kami

KLIK DI SINI >>> WA: 0821-1106-7801

Atau ikuti Official Account kami :

Website : www.anekaniaga.com/pengolahan-air

Instagram : @filterairbekasi

Fans Page : Mesin Air RO – Filter Air

Pengolahan Air